Setiap kali menjelang tarikh 1 April, ramai diantara kita begitu terpengaruh dengan budaya ‘pandang ke barat’, dan mereka menjadi begitu meriah dan humor sekali. Otak masing-masing penuh dengan rancangan dan mencari mangsa-mangsa untuk dipermain-mainkan. Bahkan sewaktu sedang bekerja atau sedang makan pun kepala mereka mencari cara dan membuat rencangan ‘guruan’ ini.
Tiap tarikh 1 April, ada saja orang—terutama anak-anak muda—yang merayakan hari tersebut dengan membuat aneka kejutan atau sesuatu gurauan. April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tarikh 1 April atau lebih popular disebut sebagai ‘April Mop’.
Namun tahukah Anda jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah penyeranagn tentara Salib terhadap Muslim Spanyol yang memang didahului dengan cara penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin semula dari sebagiann dari buku “Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2005)
Yang penting mereka ingin puas melihat muka mangsa-mangsa gurauan April Mop mereka merah padam karana dipermain-mainkan. Bagaimanapun, tanpa mereka sadari, kadang gurauan-gurauan atau ‘practical jokes’ yang dilakukan dapat menjadikan perselisihan dan penyesalan yang berkepanjangan.
SEJARAH APRIL MOP
Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berasal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berasal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya melihat sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.
Sejak dikuasai Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad , Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan perluasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah telah ditakluki. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan ‘toleransi’ kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat kawasan pegunungan.
Islam telah menerangi Spanyol. Karana sikap para pemerentah Islam begitu baik dan rendah hati, maka ramai orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk muzik, bear, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal putus asa terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicuba tapi selalu tidak berhasil. Dihantar sejumlah perisik untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya perisik itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.
Maka mulailah secara diam-diam mereka menghantar alkohol dan rokok secara terus menerus ke dalam wilayah Spanyol. Muzik diperdengarkan untuk memikat kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari berbanding baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulamak palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan usaha ini membuahkan hasil.
Akhirnya Spanyol jatuh da dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan.
Tidak hanya pasukan Islam yang disembelih, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dilibas dengan pedang.
Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.
Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyaksikan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. .
Dengan lantang tentara Salib itu mengumumkan pengampunan, bahwa para Muslim Granada boleh keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kamu keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kamu jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.
Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.
Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya.
Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakar rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya boleh melihat ketika tentara Salib juga membakar kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak boleh berbuat apa-apa karana sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera menyerang dan melibas umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga awam yang sama sekali tidak berdaya.
Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).
Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dilibas oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat patut jika ada orang Islam yang terikut-ikut merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.
Wallahualam,
Friday, April 2, 2010
Wednesday, March 24, 2010
Permasalahan Qadha Solat Bagi Yang Meninggalkan Solat Tanpa uzur

Keuzuran yang syar'ie yang membuatkan seseorang itu tidak berdosa ketika meninggalkan solat ialah gila, terlupa atau tertidur, dipaksa, sudah menunaikan solat secara jamak, ketakutan yang bersangatan kerana ancaman keadaan (seperti yang berlaku ketika peperangan khandak lihat dalam Bukhari no. 598).
Adapun selainnya baik lelaki dan perempuan yang berakal, Islam, serta telah baligh maka baginya kewajipan yang ditetapkan supaya mendirikan solat.
"Sesungguhnya solat itu ialah satu ketentuan ke atas orang yang beriman dengan kewajipan yang ditentukan" (An-Nisa : 103).
Bersabda rasulullah salallahualaihiwasa lam : " Sesungguhnya antara (pembatas) seorang lelaki itu dengan syirik dan kufur ialah meninggalkan solat" (hadith sahih riwayat Muslim no. 987, Abu Daud, Nasaie).
Perintah menunaikan solat ialah satu kewajipan sehingga bagi yang sakit tidak terlepas dari kewajipan menunaikannya selama mempunyai akal apabila Islam memberi kelonggaran supaya harusnya menunaikan solat dengan keadaan duduk, berbaring dan bahkan dengan gerak isyarat mata atau sehingga jika tidak mampu cukup dengan lintasan hati selama ianya masih sedar dan berakal.
"Dan bertaqwalah kamu kepada Allah semampu kamu" (At-taghabun :16).
Juga sekiranya tiada air demi bersuci dan berwudhuk maka Islam membolehkan bertayamum mengunakan debu tanah yang berada di sekeliling dunia.
" Apabila kamu tidak menemui air maka bertayammumlah dengan debu tanah yang suci.." (Al-maidah : 43)
Perbuatan meninggalkan solat ialah dosa besar dan termasuk salah satu di antara dosa yang boleh membawa kufur kepada pelakunya. Sekiranya ada sesiapa yang meninggalkan solat kerana mengingkari kewajipannya dan membenci perbuatan solat yang merupakan ibadah ini dan menganggap menyusahkan maka ianya tanpa syak kufur dan murtad dari agama Islam dengan ijmak ulama (Al-Majmuk m/s 16 Jilid 3, Hukum Meninggalkan Solat oleh Ibn Qayyim).
"Sesungguhnya solat itu ialah satu ketentuan ke atas orang yang beriman dengan kewajipan yang ditentukan" (An-Nisa : 103).
Adapun yang meninggalkan solat dengan sebab malas dan leka serta lalai kerana dunia dan dalam masa yang sama tidaklah menafikan kewajipan solat dan tidak pula bermaksud mengingkari perintah Allah maka baginya hukum fasiq dan munafiq namun masih tetap dianggap muslim dan dipelihara haknya sebagai muslim tetapi tetap wajar menerima hukuman dan teguran. Demikian mazhab As-Sauri , Abi Hanifah dan golongan Maliki serta Syafie dan Ahmad dari riwayat-riwayat lain yang darinya (lihat Mughni Muhtaj, Al-Majmuk dll).
Sekalipun mereka ini yang berpendapat tidak jatuh kafir bagi orang yang meninggalkan solat dengan sebab malas dan leka serta lalai namun para ulama ini tidak pula bermaksud mengambil pandang ringan kerana mereka tetap menetapkan perlaku dosa besar meninggalkan solat ini mesti dihukum dengan hukuman bunuh dan ini pendapat Maliki serta Syafie.
Adapun pendapat yang mengatakan mereka ini tidak dibunuh sebaliknya disebat dan dipenjara sehingga mati atau bertaubat nasuha dan ini pula ialah pendapat dari mazhab Az-Zuhri dan Ibn Musayyib serta Umar Ibn Abd Aziz dan Abu Hanifah dan Ibn Hazm.
Manakala sebahagian yang lain tetap mengkafirkan golongan ini yang meninggalkan solat tanpa uzur sekalipun tidak menolak kewajipan solat dengan menjatuhkan hukum kafir dan murtad dari Islam kerana meninggalkan solat yang merupakan rukun Islam dan mereka ialah mazhab Said ibn Jubair , Auzaie, Ibn Mubarak, Ishaq dan riwayat yang sahih dari Imam Ahmad dan salah satu qaul dari mazhab Syafie serta Ibn hazm dengan riwayat daripada Umar ibn Khatab , Muadz ibn Jabal dan Abd rahman ibn Auf serta Abi Hurairah dan selainnya dari sahabat rasulullah ra (lihat dalam Al-Insof, Majmuk Fatawa, Hukum Meninggalkan solat oleh Ibn Qayyim).
Pelbagai khilaf dan hujah serta dalil dalam masalah ini namun saya tidak berhajat memanjangkan bicara dalam masalah khilaf ini sebaliknya terus kepada isi pokok perbincangan iaitu tentang perihal qadha solat bagi yang meninggalkan solat tanpa uzur.
Ketahuilah baik salah satu diantara kedua kedudukan hukum golongan yang meninggalkan solat apakah kafir atau fasiq dan munafiq maka keduanya berdosa besar dan bukanlah ringan dan baik sebaliknya tercela dan dibenci dengan kemurkaan Allah swt.
Pendapat yang membolehkan dan mewajibkan qadha bagi yang meninggalkan solat ialah mazhab jumhur ulama daripada imam mazhab yang empat dan ianya dengan syarat hendaklah perlakunya yang meninggalkan solat tanpa uzur itu selain berqadha solatnya yang telah ditinggalkan maka hendaklah juga bertaubat dengan taubat nasuha atas dosa besarnya itu (lihat dalam Al-Majmuk, Al-Insof dll).
Bukanlah bermakna bolehnya qadha solat itu maka diri pembuat dosa boleh terselamat dan terampun dosa sebaliknya hanya usaha ikhtiar selain taubat nasuha bagi menebus kesalahan yang telah dilakukan.
Adapun pendapat selainnya yang mengatakan tiada qadha bagi solat yang ditinggalkan ialah pendapat Umar ibn Khattab dan ibn Umar serta Sa'ad ibn Abi Waqas dan Ibn Mas'ud ra, Ibn Sirrin , Ibn Hazm, dan juga pendapat daripada Syeikhul Islam ibn Taimiyyah ra serta jumlah besar dari salaf soleh yang lain.
"Sesungguhnya solat itu ialah satu ketentuan ke atas orang yang beriman dengan kewajipan yang ditentukan" (An-Nisa : 103).
Demikian jumlah besar menolak adanya qadha solat dengan dalil bahawa solat ini satu kewajipan yang dibuat hanya pada waktunya bukan diluar waktunya (lihat Al-Muhalla ibn Hazm, Majmuk Fatawa, Nailur Authar dll).
Dalam hal ini satu keputusan dapat diambil bahawa golongan yang menolak adanya qadha solat ialah kerana selain menetapkan solat dilaksanakan pada waktu khas dan jika selainnya tidak lagi dikira maka mereka juga mengkafirkan peninggal solat sehingga tiada guna menunaikan qadha lagi.
Keadaan ini dapat diselesaikan hanya apabila orang yang meninggalkan solat ini bertaubat dan kembali dengan taubat nasuha serta di sini mereka diwajibkan melakukan qadha.
"Wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah kamu kepada Allah dengan taubat nasuha (yang sersungguh-sungguh) moga tuhanmu akan menghapuskan dosa-dosa kamu …" (At-Tahrim : 8).
Maka bagi yang bertaubat dengan taubat nasuha maka hendaklah dia mengulangi segala solat yang telah ditinggalkan dengan melakukan solat pada waktunya dan memperbanyakkan solat-solat sunat.
Ini berdasarkan kepada hadith rasul yang menyebut : "Sesungguhnya yang paling awal akan dihisab di hari akhirat daripada amal perbuatan ialah solat dan sekiranya baik (solatnya) maka telah berjaya dan selamat dan sekiranya rosak (meninggalkan) solatnya maka gagal dan rugilah dia serta jika berkurang pahala dari solat wajibnya maka akan berkatalah tuhan yang Mulia dan tinggi : Lihatlah apakah hambaku ini ada melakukan solat sunat dan tampunglah apa yang kurang dari yang wajib dan kemudian jadikanlah seluruh amalannya seperti itu" (hadith sahih riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi dan Ibn Majah).
wallahualam
Oleh : Ustaz Emran
Tuesday, March 23, 2010
Saturday, March 20, 2010
Hadith Untuk Hari Ini - Doa yang senang disebut, tapi berat timbangannya
Assalamualaikum,
Satu daripada cara-cara untuk mendapatkan pahala yang berat dengan mudah ialah dengan berdoa seperti yang disebut di hadith yang berikut:
Daripada Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Ada dua kalimat yang ringan di lisan (yakni mudah diucapkan), tetapi berat sekali dalam timbangan (di akhirat), dicintai oleh Allah Maha Pengasih, yaitu Subhanallah wa bihamdih dan Subhanallahil 'azhim."
Artinya: Maha Suci Allah dan dengan mengucapkan puji-pujian padaNya dan Maha Suci Allah yang Maha Agung.
(Muttafaq 'alaih)
Untuk mendapatkan pahala amatlah mudah, tetapi kebanyakan kita merasa terlalu berat untuk melakukannya. Ini adalah kerana bila kita melakukan dosa, kita diberi galakan dan sokongan yang penuh dari Syaitan (yang direjam). Syaitan yang direjam itu memberi kita rasa kesoronokan, "excitement" dan "kick" bila melakukan dosa-dosa, supaya kita akan terus melakukan dosa-dosa itu tanpa henti.
Bila kita nak melakukan perkara-perkara yang baik pula, Syaitan yang direjam itu membisikkan kata-kata seperti "boring" (jemu) lah, letihlah, takde "kick" lah, membosankanlah, tak "steady"lah, membuang masa lah, takde "uumph" lah dan banyak lagi bisikan-bisikan yang tak menggalakkan, hendak-hendak lagi bila kawan-kawan yang "sewaktu" dengan syaitan (yang di rejam) itu memberi kata-kata yang sedemikian kepada kita. Itu patutlah kita merasa "berat" untuk bersolat, susah nak bangun pagi-pagi untuk solat Suboh, apatah lagi melakukan qiamullail, susah untuk menolong ibu (yang bekerja) untuk menguruskan rumah, perut merasa cepat lapar bila berpuasa, berat nak keluarkan duit untuk bersedekah, kecuali kalau kita dipuji olih manusia.
Bila kita membuat sesuatu yang baik untuk mendapat kepujian dari manusia (bukan dari Allah SWT), untuk mendapat keredhaan dari manusia (bukan dari Allah SWT), untuk menunjuk-nunjuk kepada manusia (bukan bersyukur kepada Allah SWT), maka kita sudah di kategorikan sebagai "riak" dan orang yang "riak" tidak akan mendapat pahla dari amalan-amalan yang "baik" itu.
Didalam ayat 20-21, Surah Al Ar'aaf, Allah SWT menyebut:
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَواْ إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِّنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُواْ فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa, apabila mereka disentuh oleh sesuatu imbasan hasutan dari Syaitan, mereka ingat (kepada ajaran Allah) maka dengan itu mereka nampak (jalan yang benar).
وَإِخْوَانُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِي الْغَيِّ ثُمَّ لاَ يُقْصِرُونَ
Sedang saudara (pengikut) Syaitan-syaitan, dibantu oleh Syaitan-syaitan itu dalam melakukan kesesatan, kemudian mereka tidak berhenti-henti (melakukan perbuatan yang sesat lagi menyesatkan itu).
Wallahu'alam. ..
Satu daripada cara-cara untuk mendapatkan pahala yang berat dengan mudah ialah dengan berdoa seperti yang disebut di hadith yang berikut:
Daripada Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Ada dua kalimat yang ringan di lisan (yakni mudah diucapkan), tetapi berat sekali dalam timbangan (di akhirat), dicintai oleh Allah Maha Pengasih, yaitu Subhanallah wa bihamdih dan Subhanallahil 'azhim."
Artinya: Maha Suci Allah dan dengan mengucapkan puji-pujian padaNya dan Maha Suci Allah yang Maha Agung.
(Muttafaq 'alaih)
Untuk mendapatkan pahala amatlah mudah, tetapi kebanyakan kita merasa terlalu berat untuk melakukannya. Ini adalah kerana bila kita melakukan dosa, kita diberi galakan dan sokongan yang penuh dari Syaitan (yang direjam). Syaitan yang direjam itu memberi kita rasa kesoronokan, "excitement" dan "kick" bila melakukan dosa-dosa, supaya kita akan terus melakukan dosa-dosa itu tanpa henti.
Bila kita nak melakukan perkara-perkara yang baik pula, Syaitan yang direjam itu membisikkan kata-kata seperti "boring" (jemu) lah, letihlah, takde "kick" lah, membosankanlah, tak "steady"lah, membuang masa lah, takde "uumph" lah dan banyak lagi bisikan-bisikan yang tak menggalakkan, hendak-hendak lagi bila kawan-kawan yang "sewaktu" dengan syaitan (yang di rejam) itu memberi kata-kata yang sedemikian kepada kita. Itu patutlah kita merasa "berat" untuk bersolat, susah nak bangun pagi-pagi untuk solat Suboh, apatah lagi melakukan qiamullail, susah untuk menolong ibu (yang bekerja) untuk menguruskan rumah, perut merasa cepat lapar bila berpuasa, berat nak keluarkan duit untuk bersedekah, kecuali kalau kita dipuji olih manusia.
Bila kita membuat sesuatu yang baik untuk mendapat kepujian dari manusia (bukan dari Allah SWT), untuk mendapat keredhaan dari manusia (bukan dari Allah SWT), untuk menunjuk-nunjuk kepada manusia (bukan bersyukur kepada Allah SWT), maka kita sudah di kategorikan sebagai "riak" dan orang yang "riak" tidak akan mendapat pahla dari amalan-amalan yang "baik" itu.
Didalam ayat 20-21, Surah Al Ar'aaf, Allah SWT menyebut:
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَواْ إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِّنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُواْ فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa, apabila mereka disentuh oleh sesuatu imbasan hasutan dari Syaitan, mereka ingat (kepada ajaran Allah) maka dengan itu mereka nampak (jalan yang benar).
وَإِخْوَانُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِي الْغَيِّ ثُمَّ لاَ يُقْصِرُونَ
Sedang saudara (pengikut) Syaitan-syaitan, dibantu oleh Syaitan-syaitan itu dalam melakukan kesesatan, kemudian mereka tidak berhenti-henti (melakukan perbuatan yang sesat lagi menyesatkan itu).
Wallahu'alam. ..
Friday, February 26, 2010
Hadith Untuk Hari Ini - Yang diHaramkan Masuk Neraka
Assalamualaikum,
Daripada Ibnu Mas'ud r.a., katanya, Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sukakah engkau semua saya beritahu tentang siapakah orang yang diharamkan masuk neraka atau kepada siapakah neraka itu diharamkan memakannya? Neraka itu diharamkan untuk orang yang dekat pada orang banyak (yakni baik dalam bergaul), lemah-lembut, berhati tenang (tidak gelabah dalam menghadapi sesuatu) serta bersikap mudah (yakni mudah dihampiri untuk diminta pertolongan) ."
(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan.)
1. Bergaul untuk mengeratkan silaturrahim
Maka bergaullah dan janganlah sombong dan menjauhkan diri daripada ahli-ahli keluarga, saudara-mara dan kawan-kawan. Eratkanlah silaturrahim.
2. Lemah Lembut
Sifat lemah lembut memang ada pada Nabi Muhammad s.a.w. dengan sebab rahmat dari Allah SWTseperti yang di firman olih Allah SWT dalam ayat yang berikut:-
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Maka dengan sebab rahmat (yang melimpah-limpah) dari Allah (kepadamu wahai Muhammad), engkau telah bersikap lemah-lembut kepada mereka (sahabat-sahabat dan pengikutmu), dan kalaulah engkau bersikap kasar lagi keras hati, tentulah mereka lari dari kelilingmu. Oleh itu maafkanlah mereka (mengenai kesalahan yang mereka lakukan terhadapmu), dan pohonkanlah ampun bagi mereka, dan juga bermesyuaratlah dengan mereka dalam urusan (peperangan dan hal-hal keduniaan) itu. kemudian apabila engkau telah berazam (sesudah bermesyuarat, untuk membuat sesuatu) maka bertawakalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengasihi orang-orang yang bertawakal kepadaNya.
Surah A-li 'Imraan, Ayat 159
Ikutlah sifat Nabi s.a.w. yang lemah lembut itu. Bukan saja Nabi Muhammad s.a.w. saja yang bersifat lemah lembut. Yang Maha Lemah Lembut sekali adalah Allah SWT seperti dalam ayat yang berikut:
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَتُصْبِحُ الْأَرْضُ مُخْضَرَّةً إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ
Tidakkah engkau melihat bahawa Allah telah menurunkan hujan dari langit, lalu menjadilah bumi ini hijau subur (dengan sebabnya)? Sesungguhnya Allah Maha Halus serta lemah-lembut (urusan tadbirNya), lagi Maha Mendalam pengetahuanNya (akan hal-ehwal sekalian makhlukNya).
Surah Al-Hajj, Ayat 63
3. Berhati Tenang
Adalah menjadi tabiat manusia suka terburu-buru untuk melakukan sesuatu, seperti yang difirman oleh Allah SWT dalam ayat yang berikut:
خُلِقَ الْإِنسَانُ مِنْ عَجَلٍ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ
Jenis manusia dijadikan bertabiat terburu-buru dalam segala halya; Aku (Allah) akan perlihatkan kepada kamu tanda-tanda kekuasaanKu; maka janganlah kamu meminta disegerakan (kedatangannya) .
Surah Al-Anbiyaa', Ayat 37
Oleh itu kita hendaklah bersabar dan tenangkan hati dalam segala hal dan urusan kerana dengan terburu-buru itulah kita mengikut hasutan Syaitan (yang direjam) seperti yang difirman oleh Allah SWT dalam ayat yang berikut:
وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الأَمْرُ إِنَّ اللّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَانٍ إِلاَّ أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلاَ تَلُومُونِي وَلُومُواْ أَنفُسَكُم مَّا أَنَاْ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Dan berkatalah pula Syaitan setelah selesai perkara itu: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kamu dengan janji yang benar dan aku telah menjanjikan kamu lalu aku mungkiri janjiku itu kepada kamu; dan tiadalah bagiku sebarang alasan dan kuasa mempengaruhi kamu selain daripada aku telah mengajak kamu lalu kamu terburu-buru menurut ajakanku itu; maka janganlah kamu salahkan daku tetapi salahkan diri kamu sendiri. Aku tidak dapat menyelamatkan kamu dan kamu juga tidak dapat menyelamatkan daku. Sesungguhnya dari dahulu lagi aku telah kufur ingkarkan (perintah Tuhan) yang kamu sekutukan daku denganNya". Sesungguhnya orang-orang yang zalim (yang meletakkan sesuatu pada bukan tempatnya) beroleh azab yang tidak terperi sakitnya.
Surah Ibrahim, Ayat 22
4. Bersikap Mudah
Sekiranya kita bersikap mudah pada orang dan tidak menyusahkan mereka, maka Allah SWT juga akan memberi kemudahan kepada kita, seperti yang disebut di hadith Riwayat Muslim yang berikut:
Hadis Abi Mas'ud r.a katanya:
Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Ada seorang lelaki dari umat sebelum kamu, diperhitungkan amalannya, maka tidak ada satu pun kebaikan melainkan beliau banyak memberi hutang kepada orang ramai kerana beliau adalah seorang yang kaya. Beliau menyuruh para pembantunya agar memberi kemudahan terhadap orang yang dalam kesukaran. Maka Allah s.w.t berfirman: Kami lebih berhak berbuat begitu daripada beliau. Berilah kemudahan kepada beliau.
(Nombor Hadith Dalam Sahih Muslim : 2921)
Jadi kalau tak mahu masuk neraka atau dimakan oleh neraka, amalkanlah nasihat yang telah diberikan oleh Nabi Muhammad s.a.w. dalam hadith yang bertajuk di atas, iaitu bergaul sambil mengeratkan silaturahim, bersikap lemah lembut, jangan terburu-buru melakukan sesuatu dan jangan menyusahkan orang tapi memudahkan untuk mereka.
Wallahu'alam.
Daripada Ibnu Mas'ud r.a., katanya, Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sukakah engkau semua saya beritahu tentang siapakah orang yang diharamkan masuk neraka atau kepada siapakah neraka itu diharamkan memakannya? Neraka itu diharamkan untuk orang yang dekat pada orang banyak (yakni baik dalam bergaul), lemah-lembut, berhati tenang (tidak gelabah dalam menghadapi sesuatu) serta bersikap mudah (yakni mudah dihampiri untuk diminta pertolongan) ."
(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan.)
1. Bergaul untuk mengeratkan silaturrahim
Maka bergaullah dan janganlah sombong dan menjauhkan diri daripada ahli-ahli keluarga, saudara-mara dan kawan-kawan. Eratkanlah silaturrahim.
2. Lemah Lembut
Sifat lemah lembut memang ada pada Nabi Muhammad s.a.w. dengan sebab rahmat dari Allah SWTseperti yang di firman olih Allah SWT dalam ayat yang berikut:-
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Maka dengan sebab rahmat (yang melimpah-limpah) dari Allah (kepadamu wahai Muhammad), engkau telah bersikap lemah-lembut kepada mereka (sahabat-sahabat dan pengikutmu), dan kalaulah engkau bersikap kasar lagi keras hati, tentulah mereka lari dari kelilingmu. Oleh itu maafkanlah mereka (mengenai kesalahan yang mereka lakukan terhadapmu), dan pohonkanlah ampun bagi mereka, dan juga bermesyuaratlah dengan mereka dalam urusan (peperangan dan hal-hal keduniaan) itu. kemudian apabila engkau telah berazam (sesudah bermesyuarat, untuk membuat sesuatu) maka bertawakalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengasihi orang-orang yang bertawakal kepadaNya.
Surah A-li 'Imraan, Ayat 159
Ikutlah sifat Nabi s.a.w. yang lemah lembut itu. Bukan saja Nabi Muhammad s.a.w. saja yang bersifat lemah lembut. Yang Maha Lemah Lembut sekali adalah Allah SWT seperti dalam ayat yang berikut:
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَتُصْبِحُ الْأَرْضُ مُخْضَرَّةً إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ
Tidakkah engkau melihat bahawa Allah telah menurunkan hujan dari langit, lalu menjadilah bumi ini hijau subur (dengan sebabnya)? Sesungguhnya Allah Maha Halus serta lemah-lembut (urusan tadbirNya), lagi Maha Mendalam pengetahuanNya (akan hal-ehwal sekalian makhlukNya).
Surah Al-Hajj, Ayat 63
3. Berhati Tenang
Adalah menjadi tabiat manusia suka terburu-buru untuk melakukan sesuatu, seperti yang difirman oleh Allah SWT dalam ayat yang berikut:
خُلِقَ الْإِنسَانُ مِنْ عَجَلٍ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ
Jenis manusia dijadikan bertabiat terburu-buru dalam segala halya; Aku (Allah) akan perlihatkan kepada kamu tanda-tanda kekuasaanKu; maka janganlah kamu meminta disegerakan (kedatangannya) .
Surah Al-Anbiyaa', Ayat 37
Oleh itu kita hendaklah bersabar dan tenangkan hati dalam segala hal dan urusan kerana dengan terburu-buru itulah kita mengikut hasutan Syaitan (yang direjam) seperti yang difirman oleh Allah SWT dalam ayat yang berikut:
وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الأَمْرُ إِنَّ اللّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَانٍ إِلاَّ أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلاَ تَلُومُونِي وَلُومُواْ أَنفُسَكُم مَّا أَنَاْ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Dan berkatalah pula Syaitan setelah selesai perkara itu: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kamu dengan janji yang benar dan aku telah menjanjikan kamu lalu aku mungkiri janjiku itu kepada kamu; dan tiadalah bagiku sebarang alasan dan kuasa mempengaruhi kamu selain daripada aku telah mengajak kamu lalu kamu terburu-buru menurut ajakanku itu; maka janganlah kamu salahkan daku tetapi salahkan diri kamu sendiri. Aku tidak dapat menyelamatkan kamu dan kamu juga tidak dapat menyelamatkan daku. Sesungguhnya dari dahulu lagi aku telah kufur ingkarkan (perintah Tuhan) yang kamu sekutukan daku denganNya". Sesungguhnya orang-orang yang zalim (yang meletakkan sesuatu pada bukan tempatnya) beroleh azab yang tidak terperi sakitnya.
Surah Ibrahim, Ayat 22
4. Bersikap Mudah
Sekiranya kita bersikap mudah pada orang dan tidak menyusahkan mereka, maka Allah SWT juga akan memberi kemudahan kepada kita, seperti yang disebut di hadith Riwayat Muslim yang berikut:
Hadis Abi Mas'ud r.a katanya:
Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Ada seorang lelaki dari umat sebelum kamu, diperhitungkan amalannya, maka tidak ada satu pun kebaikan melainkan beliau banyak memberi hutang kepada orang ramai kerana beliau adalah seorang yang kaya. Beliau menyuruh para pembantunya agar memberi kemudahan terhadap orang yang dalam kesukaran. Maka Allah s.w.t berfirman: Kami lebih berhak berbuat begitu daripada beliau. Berilah kemudahan kepada beliau.
(Nombor Hadith Dalam Sahih Muslim : 2921)
Jadi kalau tak mahu masuk neraka atau dimakan oleh neraka, amalkanlah nasihat yang telah diberikan oleh Nabi Muhammad s.a.w. dalam hadith yang bertajuk di atas, iaitu bergaul sambil mengeratkan silaturahim, bersikap lemah lembut, jangan terburu-buru melakukan sesuatu dan jangan menyusahkan orang tapi memudahkan untuk mereka.
Wallahu'alam.
Subscribe to:
Posts (Atom)
