Friday, April 2, 2010
Asal Usul April Fool
Tiap tarikh 1 April, ada saja orang—terutama anak-anak muda—yang merayakan hari tersebut dengan membuat aneka kejutan atau sesuatu gurauan. April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tarikh 1 April atau lebih popular disebut sebagai ‘April Mop’.
Namun tahukah Anda jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah penyeranagn tentara Salib terhadap Muslim Spanyol yang memang didahului dengan cara penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin semula dari sebagiann dari buku “Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2005)
Yang penting mereka ingin puas melihat muka mangsa-mangsa gurauan April Mop mereka merah padam karana dipermain-mainkan. Bagaimanapun, tanpa mereka sadari, kadang gurauan-gurauan atau ‘practical jokes’ yang dilakukan dapat menjadikan perselisihan dan penyesalan yang berkepanjangan.
SEJARAH APRIL MOP
Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berasal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berasal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya melihat sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.
Sejak dikuasai Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad , Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan perluasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah telah ditakluki. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan ‘toleransi’ kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat kawasan pegunungan.
Islam telah menerangi Spanyol. Karana sikap para pemerentah Islam begitu baik dan rendah hati, maka ramai orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk muzik, bear, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal putus asa terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicuba tapi selalu tidak berhasil. Dihantar sejumlah perisik untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya perisik itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.
Maka mulailah secara diam-diam mereka menghantar alkohol dan rokok secara terus menerus ke dalam wilayah Spanyol. Muzik diperdengarkan untuk memikat kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari berbanding baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulamak palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan usaha ini membuahkan hasil.
Akhirnya Spanyol jatuh da dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan.
Tidak hanya pasukan Islam yang disembelih, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dilibas dengan pedang.
Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.
Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyaksikan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. .
Dengan lantang tentara Salib itu mengumumkan pengampunan, bahwa para Muslim Granada boleh keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kamu keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kamu jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.
Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.
Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya.
Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakar rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya boleh melihat ketika tentara Salib juga membakar kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak boleh berbuat apa-apa karana sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera menyerang dan melibas umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga awam yang sama sekali tidak berdaya.
Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).
Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dilibas oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat patut jika ada orang Islam yang terikut-ikut merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.
Wallahualam,
Wednesday, March 24, 2010
Permasalahan Qadha Solat Bagi Yang Meninggalkan Solat Tanpa uzur

Keuzuran yang syar'ie yang membuatkan seseorang itu tidak berdosa ketika meninggalkan solat ialah gila, terlupa atau tertidur, dipaksa, sudah menunaikan solat secara jamak, ketakutan yang bersangatan kerana ancaman keadaan (seperti yang berlaku ketika peperangan khandak lihat dalam Bukhari no. 598).
Adapun selainnya baik lelaki dan perempuan yang berakal, Islam, serta telah baligh maka baginya kewajipan yang ditetapkan supaya mendirikan solat.
"Sesungguhnya solat itu ialah satu ketentuan ke atas orang yang beriman dengan kewajipan yang ditentukan" (An-Nisa : 103).
Bersabda rasulullah salallahualaihiwasa lam : " Sesungguhnya antara (pembatas) seorang lelaki itu dengan syirik dan kufur ialah meninggalkan solat" (hadith sahih riwayat Muslim no. 987, Abu Daud, Nasaie).
Perintah menunaikan solat ialah satu kewajipan sehingga bagi yang sakit tidak terlepas dari kewajipan menunaikannya selama mempunyai akal apabila Islam memberi kelonggaran supaya harusnya menunaikan solat dengan keadaan duduk, berbaring dan bahkan dengan gerak isyarat mata atau sehingga jika tidak mampu cukup dengan lintasan hati selama ianya masih sedar dan berakal.
"Dan bertaqwalah kamu kepada Allah semampu kamu" (At-taghabun :16).
Juga sekiranya tiada air demi bersuci dan berwudhuk maka Islam membolehkan bertayamum mengunakan debu tanah yang berada di sekeliling dunia.
" Apabila kamu tidak menemui air maka bertayammumlah dengan debu tanah yang suci.." (Al-maidah : 43)
Perbuatan meninggalkan solat ialah dosa besar dan termasuk salah satu di antara dosa yang boleh membawa kufur kepada pelakunya. Sekiranya ada sesiapa yang meninggalkan solat kerana mengingkari kewajipannya dan membenci perbuatan solat yang merupakan ibadah ini dan menganggap menyusahkan maka ianya tanpa syak kufur dan murtad dari agama Islam dengan ijmak ulama (Al-Majmuk m/s 16 Jilid 3, Hukum Meninggalkan Solat oleh Ibn Qayyim).
"Sesungguhnya solat itu ialah satu ketentuan ke atas orang yang beriman dengan kewajipan yang ditentukan" (An-Nisa : 103).
Adapun yang meninggalkan solat dengan sebab malas dan leka serta lalai kerana dunia dan dalam masa yang sama tidaklah menafikan kewajipan solat dan tidak pula bermaksud mengingkari perintah Allah maka baginya hukum fasiq dan munafiq namun masih tetap dianggap muslim dan dipelihara haknya sebagai muslim tetapi tetap wajar menerima hukuman dan teguran. Demikian mazhab As-Sauri , Abi Hanifah dan golongan Maliki serta Syafie dan Ahmad dari riwayat-riwayat lain yang darinya (lihat Mughni Muhtaj, Al-Majmuk dll).
Sekalipun mereka ini yang berpendapat tidak jatuh kafir bagi orang yang meninggalkan solat dengan sebab malas dan leka serta lalai namun para ulama ini tidak pula bermaksud mengambil pandang ringan kerana mereka tetap menetapkan perlaku dosa besar meninggalkan solat ini mesti dihukum dengan hukuman bunuh dan ini pendapat Maliki serta Syafie.
Adapun pendapat yang mengatakan mereka ini tidak dibunuh sebaliknya disebat dan dipenjara sehingga mati atau bertaubat nasuha dan ini pula ialah pendapat dari mazhab Az-Zuhri dan Ibn Musayyib serta Umar Ibn Abd Aziz dan Abu Hanifah dan Ibn Hazm.
Manakala sebahagian yang lain tetap mengkafirkan golongan ini yang meninggalkan solat tanpa uzur sekalipun tidak menolak kewajipan solat dengan menjatuhkan hukum kafir dan murtad dari Islam kerana meninggalkan solat yang merupakan rukun Islam dan mereka ialah mazhab Said ibn Jubair , Auzaie, Ibn Mubarak, Ishaq dan riwayat yang sahih dari Imam Ahmad dan salah satu qaul dari mazhab Syafie serta Ibn hazm dengan riwayat daripada Umar ibn Khatab , Muadz ibn Jabal dan Abd rahman ibn Auf serta Abi Hurairah dan selainnya dari sahabat rasulullah ra (lihat dalam Al-Insof, Majmuk Fatawa, Hukum Meninggalkan solat oleh Ibn Qayyim).
Pelbagai khilaf dan hujah serta dalil dalam masalah ini namun saya tidak berhajat memanjangkan bicara dalam masalah khilaf ini sebaliknya terus kepada isi pokok perbincangan iaitu tentang perihal qadha solat bagi yang meninggalkan solat tanpa uzur.
Ketahuilah baik salah satu diantara kedua kedudukan hukum golongan yang meninggalkan solat apakah kafir atau fasiq dan munafiq maka keduanya berdosa besar dan bukanlah ringan dan baik sebaliknya tercela dan dibenci dengan kemurkaan Allah swt.
Pendapat yang membolehkan dan mewajibkan qadha bagi yang meninggalkan solat ialah mazhab jumhur ulama daripada imam mazhab yang empat dan ianya dengan syarat hendaklah perlakunya yang meninggalkan solat tanpa uzur itu selain berqadha solatnya yang telah ditinggalkan maka hendaklah juga bertaubat dengan taubat nasuha atas dosa besarnya itu (lihat dalam Al-Majmuk, Al-Insof dll).
Bukanlah bermakna bolehnya qadha solat itu maka diri pembuat dosa boleh terselamat dan terampun dosa sebaliknya hanya usaha ikhtiar selain taubat nasuha bagi menebus kesalahan yang telah dilakukan.
Adapun pendapat selainnya yang mengatakan tiada qadha bagi solat yang ditinggalkan ialah pendapat Umar ibn Khattab dan ibn Umar serta Sa'ad ibn Abi Waqas dan Ibn Mas'ud ra, Ibn Sirrin , Ibn Hazm, dan juga pendapat daripada Syeikhul Islam ibn Taimiyyah ra serta jumlah besar dari salaf soleh yang lain.
"Sesungguhnya solat itu ialah satu ketentuan ke atas orang yang beriman dengan kewajipan yang ditentukan" (An-Nisa : 103).
Demikian jumlah besar menolak adanya qadha solat dengan dalil bahawa solat ini satu kewajipan yang dibuat hanya pada waktunya bukan diluar waktunya (lihat Al-Muhalla ibn Hazm, Majmuk Fatawa, Nailur Authar dll).
Dalam hal ini satu keputusan dapat diambil bahawa golongan yang menolak adanya qadha solat ialah kerana selain menetapkan solat dilaksanakan pada waktu khas dan jika selainnya tidak lagi dikira maka mereka juga mengkafirkan peninggal solat sehingga tiada guna menunaikan qadha lagi.
Keadaan ini dapat diselesaikan hanya apabila orang yang meninggalkan solat ini bertaubat dan kembali dengan taubat nasuha serta di sini mereka diwajibkan melakukan qadha.
"Wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah kamu kepada Allah dengan taubat nasuha (yang sersungguh-sungguh) moga tuhanmu akan menghapuskan dosa-dosa kamu …" (At-Tahrim : 8).
Maka bagi yang bertaubat dengan taubat nasuha maka hendaklah dia mengulangi segala solat yang telah ditinggalkan dengan melakukan solat pada waktunya dan memperbanyakkan solat-solat sunat.
Ini berdasarkan kepada hadith rasul yang menyebut : "Sesungguhnya yang paling awal akan dihisab di hari akhirat daripada amal perbuatan ialah solat dan sekiranya baik (solatnya) maka telah berjaya dan selamat dan sekiranya rosak (meninggalkan) solatnya maka gagal dan rugilah dia serta jika berkurang pahala dari solat wajibnya maka akan berkatalah tuhan yang Mulia dan tinggi : Lihatlah apakah hambaku ini ada melakukan solat sunat dan tampunglah apa yang kurang dari yang wajib dan kemudian jadikanlah seluruh amalannya seperti itu" (hadith sahih riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi dan Ibn Majah).
wallahualam
Oleh : Ustaz Emran
Tuesday, March 23, 2010
Saturday, March 20, 2010
Hadith Untuk Hari Ini - Doa yang senang disebut, tapi berat timbangannya
Satu daripada cara-cara untuk mendapatkan pahala yang berat dengan mudah ialah dengan berdoa seperti yang disebut di hadith yang berikut:
Daripada Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Ada dua kalimat yang ringan di lisan (yakni mudah diucapkan), tetapi berat sekali dalam timbangan (di akhirat), dicintai oleh Allah Maha Pengasih, yaitu Subhanallah wa bihamdih dan Subhanallahil 'azhim."
Artinya: Maha Suci Allah dan dengan mengucapkan puji-pujian padaNya dan Maha Suci Allah yang Maha Agung.
(Muttafaq 'alaih)
Untuk mendapatkan pahala amatlah mudah, tetapi kebanyakan kita merasa terlalu berat untuk melakukannya. Ini adalah kerana bila kita melakukan dosa, kita diberi galakan dan sokongan yang penuh dari Syaitan (yang direjam). Syaitan yang direjam itu memberi kita rasa kesoronokan, "excitement" dan "kick" bila melakukan dosa-dosa, supaya kita akan terus melakukan dosa-dosa itu tanpa henti.
Bila kita nak melakukan perkara-perkara yang baik pula, Syaitan yang direjam itu membisikkan kata-kata seperti "boring" (jemu) lah, letihlah, takde "kick" lah, membosankanlah, tak "steady"lah, membuang masa lah, takde "uumph" lah dan banyak lagi bisikan-bisikan yang tak menggalakkan, hendak-hendak lagi bila kawan-kawan yang "sewaktu" dengan syaitan (yang di rejam) itu memberi kata-kata yang sedemikian kepada kita. Itu patutlah kita merasa "berat" untuk bersolat, susah nak bangun pagi-pagi untuk solat Suboh, apatah lagi melakukan qiamullail, susah untuk menolong ibu (yang bekerja) untuk menguruskan rumah, perut merasa cepat lapar bila berpuasa, berat nak keluarkan duit untuk bersedekah, kecuali kalau kita dipuji olih manusia.
Bila kita membuat sesuatu yang baik untuk mendapat kepujian dari manusia (bukan dari Allah SWT), untuk mendapat keredhaan dari manusia (bukan dari Allah SWT), untuk menunjuk-nunjuk kepada manusia (bukan bersyukur kepada Allah SWT), maka kita sudah di kategorikan sebagai "riak" dan orang yang "riak" tidak akan mendapat pahla dari amalan-amalan yang "baik" itu.
Didalam ayat 20-21, Surah Al Ar'aaf, Allah SWT menyebut:
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَواْ إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِّنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُواْ فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa, apabila mereka disentuh oleh sesuatu imbasan hasutan dari Syaitan, mereka ingat (kepada ajaran Allah) maka dengan itu mereka nampak (jalan yang benar).
وَإِخْوَانُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِي الْغَيِّ ثُمَّ لاَ يُقْصِرُونَ
Sedang saudara (pengikut) Syaitan-syaitan, dibantu oleh Syaitan-syaitan itu dalam melakukan kesesatan, kemudian mereka tidak berhenti-henti (melakukan perbuatan yang sesat lagi menyesatkan itu).
Wallahu'alam. ..
Friday, February 26, 2010
Hadith Untuk Hari Ini - Yang diHaramkan Masuk Neraka
Daripada Ibnu Mas'ud r.a., katanya, Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sukakah engkau semua saya beritahu tentang siapakah orang yang diharamkan masuk neraka atau kepada siapakah neraka itu diharamkan memakannya? Neraka itu diharamkan untuk orang yang dekat pada orang banyak (yakni baik dalam bergaul), lemah-lembut, berhati tenang (tidak gelabah dalam menghadapi sesuatu) serta bersikap mudah (yakni mudah dihampiri untuk diminta pertolongan) ."
(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan.)
1. Bergaul untuk mengeratkan silaturrahim
Maka bergaullah dan janganlah sombong dan menjauhkan diri daripada ahli-ahli keluarga, saudara-mara dan kawan-kawan. Eratkanlah silaturrahim.
2. Lemah Lembut
Sifat lemah lembut memang ada pada Nabi Muhammad s.a.w. dengan sebab rahmat dari Allah SWTseperti yang di firman olih Allah SWT dalam ayat yang berikut:-
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Maka dengan sebab rahmat (yang melimpah-limpah) dari Allah (kepadamu wahai Muhammad), engkau telah bersikap lemah-lembut kepada mereka (sahabat-sahabat dan pengikutmu), dan kalaulah engkau bersikap kasar lagi keras hati, tentulah mereka lari dari kelilingmu. Oleh itu maafkanlah mereka (mengenai kesalahan yang mereka lakukan terhadapmu), dan pohonkanlah ampun bagi mereka, dan juga bermesyuaratlah dengan mereka dalam urusan (peperangan dan hal-hal keduniaan) itu. kemudian apabila engkau telah berazam (sesudah bermesyuarat, untuk membuat sesuatu) maka bertawakalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengasihi orang-orang yang bertawakal kepadaNya.
Surah A-li 'Imraan, Ayat 159
Ikutlah sifat Nabi s.a.w. yang lemah lembut itu. Bukan saja Nabi Muhammad s.a.w. saja yang bersifat lemah lembut. Yang Maha Lemah Lembut sekali adalah Allah SWT seperti dalam ayat yang berikut:
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَتُصْبِحُ الْأَرْضُ مُخْضَرَّةً إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ
Tidakkah engkau melihat bahawa Allah telah menurunkan hujan dari langit, lalu menjadilah bumi ini hijau subur (dengan sebabnya)? Sesungguhnya Allah Maha Halus serta lemah-lembut (urusan tadbirNya), lagi Maha Mendalam pengetahuanNya (akan hal-ehwal sekalian makhlukNya).
Surah Al-Hajj, Ayat 63
3. Berhati Tenang
Adalah menjadi tabiat manusia suka terburu-buru untuk melakukan sesuatu, seperti yang difirman oleh Allah SWT dalam ayat yang berikut:
خُلِقَ الْإِنسَانُ مِنْ عَجَلٍ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ
Jenis manusia dijadikan bertabiat terburu-buru dalam segala halya; Aku (Allah) akan perlihatkan kepada kamu tanda-tanda kekuasaanKu; maka janganlah kamu meminta disegerakan (kedatangannya) .
Surah Al-Anbiyaa', Ayat 37
Oleh itu kita hendaklah bersabar dan tenangkan hati dalam segala hal dan urusan kerana dengan terburu-buru itulah kita mengikut hasutan Syaitan (yang direjam) seperti yang difirman oleh Allah SWT dalam ayat yang berikut:
وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الأَمْرُ إِنَّ اللّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَانٍ إِلاَّ أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلاَ تَلُومُونِي وَلُومُواْ أَنفُسَكُم مَّا أَنَاْ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Dan berkatalah pula Syaitan setelah selesai perkara itu: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kamu dengan janji yang benar dan aku telah menjanjikan kamu lalu aku mungkiri janjiku itu kepada kamu; dan tiadalah bagiku sebarang alasan dan kuasa mempengaruhi kamu selain daripada aku telah mengajak kamu lalu kamu terburu-buru menurut ajakanku itu; maka janganlah kamu salahkan daku tetapi salahkan diri kamu sendiri. Aku tidak dapat menyelamatkan kamu dan kamu juga tidak dapat menyelamatkan daku. Sesungguhnya dari dahulu lagi aku telah kufur ingkarkan (perintah Tuhan) yang kamu sekutukan daku denganNya". Sesungguhnya orang-orang yang zalim (yang meletakkan sesuatu pada bukan tempatnya) beroleh azab yang tidak terperi sakitnya.
Surah Ibrahim, Ayat 22
4. Bersikap Mudah
Sekiranya kita bersikap mudah pada orang dan tidak menyusahkan mereka, maka Allah SWT juga akan memberi kemudahan kepada kita, seperti yang disebut di hadith Riwayat Muslim yang berikut:
Hadis Abi Mas'ud r.a katanya:
Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Ada seorang lelaki dari umat sebelum kamu, diperhitungkan amalannya, maka tidak ada satu pun kebaikan melainkan beliau banyak memberi hutang kepada orang ramai kerana beliau adalah seorang yang kaya. Beliau menyuruh para pembantunya agar memberi kemudahan terhadap orang yang dalam kesukaran. Maka Allah s.w.t berfirman: Kami lebih berhak berbuat begitu daripada beliau. Berilah kemudahan kepada beliau.
(Nombor Hadith Dalam Sahih Muslim : 2921)
Jadi kalau tak mahu masuk neraka atau dimakan oleh neraka, amalkanlah nasihat yang telah diberikan oleh Nabi Muhammad s.a.w. dalam hadith yang bertajuk di atas, iaitu bergaul sambil mengeratkan silaturahim, bersikap lemah lembut, jangan terburu-buru melakukan sesuatu dan jangan menyusahkan orang tapi memudahkan untuk mereka.
Wallahu'alam.
Wednesday, February 24, 2010
Hadith Untuk Hari Ini - Hapuskan Sifat Dendam
Daripada Aisyah r.a. pula, katanya: "Rasulullah s.a.w. itu sama sekali tidak pernah memukul dengan tangannya, baik terhadap seseorang wanita ataupun khadamnya, melainkan di waktu beliau s.a.w. sedang berjihad fi-sabilillah (yakni di medan pertempuran melawan kaum kafir). Tidak pernah pula beliau s.a.w. itu terkena sesuatu yang menyakiti, lalu memberikan pembalasan kepada orang yang berbuat terhadap beliau itu, kecuali jikalau ada sesuatu dari larangan (larangan Allah yang dilanggar), maka beliau memberikan pembalasan kerana mengharapkan keredhaan Allah Ta'ala."
(Riwayat Muslim)
Oleh itu janganlah kita menyimpan dan membalas demdan terhadap orang-orang yang telah menyakiti kita, samada secara fifikal atau perasaan. Maafkan lah mereka seperti yang Allah SWT berfirman dalam ayat 133-134, Surah Ali Imraan yang berikutnya:
وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan segeralah kamu kepada (mengerjakan amal-amal yang baik untuk mendapat) keampunan dari Tuhan kamu, dan (mendapat) Syurga yang bidangnya seluas segala langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa;
الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاء وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Iaitu orang-orang yang mendermakan hartanya pada masa senang dan susah, dan orang-orang yang menahan kemarahannya, dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang. Dan (ingatlah), Allah mengasihi orang-orang yang berbuat perkara-perkara yang baik;
Wallahu'alam. ..
Hadith Untuk Hari Ini - Menaikkan Darjat
Daripada Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sukakah kamu semua kalau saya tunjukkan akan sesuatu amalan yang dapat melebur semua kesalahan dapat menaikkan beberapa darjat?"
Para sahabat menjawab: "Baiklah, ya Rasulullah."
Beliau s.a.w. lalu bersabda: "Iaitu menyempurnakan wudhu' sekalipun menemui beberapa hal yang tidak disenangi (seperti terlampau dingin dan sebagainya), banyak-nya melangkahkan kaki untuk ke masjid dan menantikan solat sesudah melakukan shalat. Itulah yang dapat disebut ribath, itulah yang disebut ribath"
(Riwayat Muslim)
Satu contoh mengenai dengan menantikan solat sesudah melakukan solat adalah selepas solat Maghrib, kita duduk di masjid untuk mendengar ceramah sambil menunggu ketibaan waktu Ishaq atau pun sekiranya tiada ceramah pada masa itu, kita membaca Al-Quran atau berzikir sementara menunggu masuknya waktu ishaq.
Satu lagi contoh bagi "menyempurnakan" wuduk adalah tidak membazirkan air semasa mengambil wuduk - gunakan air sekadar yang perlu.
Berjalan kaki ke masjid bukan saja menaikkan darjat kita di sisi Tuhan, ia juga adalah baik untuk kesihatan badan kita.
Wallahu'alam. ....
Tuesday, February 23, 2010
Hadith Untuk Hari Ini - cemburu yang digalakkan
Daripada Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma dari Nabi s.a.w., sabdanya:
"Tidak boleh hasad melainkan dua macam perkara, iaitu: seseorang yang dikurniai oleh Allah kepandaian dalam al-Quran, mengertikan dan lain-lain, kemudian ia suka bersembahyang dengan membaca al-Quran itu pada waktu malam dan siang, juga seseorang yang dikurnia oleh Allah akan harta lalu ia menafkahkannya pada waktu malam dan siang." (Muttafaq 'alaih)
Maka sekiranya seseorang Islam itu pandai membaca Al-Quran dan mengerti akan maananya, maka kita patut cemburu kepadanya kerana peluang untuk ia ke syurga adalah lebih tinggi daripada yang tidak tahu membaca dan mengerti maana Al-Quran. Begitu juga sekiranya seseorang itu dikurniakan rezeki yang banyak, maka digunakan harta-hartanya untuk menafkahkannya kepada fakir miskin dan orang-orang yang perlukan pertolongan, maka timbangan amalnya di akhirat kelak akan menambah berat dan peluang untuk memasuki syurga adalah lebih tinggi dari orang yang bakhil yang menggunakan harta-hartanya untuk bersenang-lenang di dunia dan untuk kegunaan dirinya sendiri Dalam ayat 8-9, Surah Al-A'raaf Allah SWT berfirman yang bermaksud:
وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ فَمَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
[8] Dan timbangan amal pada hari itu adalah benar; maka sesiapa yang berat timbangan amalnya (yang baik), maka mereka itulah orang-orang yang berjaya.
وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُوْلَـئِكَ الَّذِينَ خَسِرُواْ أَنفُسَهُم بِمَا كَانُواْ بِآيَاتِنَا يِظْلِمُونَ
[9] Dan sesiapa yang ringan timbangan amalnya (yang baik), maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, dengan sebab mereka berlaku zalim terhadap ayat-ayat Kami (dengan meletakkannya pada bukan tempatnya).
Surah Al-A'raaf (7)
Wallahu'alam. ..
Monday, January 4, 2010
Ambil iktibar sempena tahun baru
FIRMAN Allah SWT dalam surah al-Asr ayat 1-3: “Demi masa! Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, dan mereka pula berpesan-pesan dengan kebenaran serta berpesan-pesan dengan sabar.”
Sabda Rasulullah SAW: “Daku tinggalkan untuk kamu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selama-lamanya, selama kamu masih berpegang kepada kedua-duanya iaitu kitab Allah SWT (al-Quran) dan sunnah Rasul-Nya.”
Dua perkara penting dalam firman Allah SWT serta sabda Rasulullah SAW berkenaan seolah-olah tidak lagi menjadi pegangan dan panduan umat Islam hari ini, sebaliknya setiap kali melangkah ke tahun baru, yang dipentingkan ialah kehidupan dunia menjadi semakin baik daripada tahun sudah.
Akibatnya, semakin ramai umat Islam terbuai dengan kehidupan duniawi manakala kehidupan abadi di akhirat ditinggalkan.
Jika dilihat, ramai lagi umat Islam dalam dunia ini yang menderita seperti berlaku di Palestin tetapi keimanan mereka tidak terjejas, malah semakin kuat.
Melangkah ke 2010, umat Islam di Malaysia sepatutnya lebih kuat dalam pelbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan dan sebagainya, tetapi apa yang berlaku kini ialah kita berpecah-belah akibat fahaman sempit masing-masing sedangkan ia sepatutnya tidak berlaku.
Mengapa kita tidak mengikut jejak Rasulullah SAW dalam pelbagai perkara dan lebih teruk lagi menjadikan kehidupan sementara ini batu loncatan bagi mendapatkan kemewahan serta perkara mengasyikkan lain, malah al-Quran dan sunnah baginda juga ditinggalkan begitu saja.
Sepanjang 2009, pelbagai bencana alam melanda dunia dan ia sesungguhnya peringatan daripada Allah SWT bahawa setiap nilai kemewahan, keasyikan serta harta duniawi lain boleh ditarik balik sekelip mata saja tanpa amaran.
Kerana itu, melangkah ke 2010, mari kita merenung sejenak setiap kesalahan atau kesilapan yang kita lakukan dan mengambil iktibar terhadapnya.
Perkara negatif serta mungkar yang boleh mengaibkan diri, masyarakat serta agama yang berlaku tahun lalu hendaklah ditinggalkan dan jangan diulang.
Manakala perkara baik dan makruf, kita teruskan dengan penambahbaikan lagi, mudah-mudahan kita menjadi umat yang diredai Allah SWT.
Firman-Nya: “Maka sesiapa berbuat kebajikan seberat zarah, nescaya akan diperlihatkan (dalam suratan amalnya). Dan sesiapa berbuat kejahatan seberat zarah, nescaya akan diperlihatkan (dalam suratan amalnya).”
Sabda Rasulullah SAW: “Peliharalah lima perkara sebelum didatangi lima perkara lain iaitu waktu usia muda sebelum tua, sihat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sibuk dan hidup sebelum mati.”
Justeru, tekadkan hati, bulatkan azam dan besarkan cita-cita demi masa depan yang lebih gemilang kerana jika kita gagal berubah tahun ini, tidak mustahil kita akan terus gagal untuk masa mendatang.
Wednesday, November 4, 2009
Bahagian Tubuh Paling Bererti....
Ketika aku muda, aku fikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu." Jawab Ibuku, "Bukan. Ramai orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakanmu lagi nanti."
Selang beberapa tahun kemudian, dia bertanya padaku lagi. Sejak jawapan pertama, kini aku yakin jawapan kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku mengatakan, "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita."
Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawapanmu masih salah kerana ramai orang yang buta."
Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawapan baru dandari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawapannya selalu, "Bukan. Tapi, kamu semakin pandai dari tahun ke tahun, anakku."
Akhirnya tahun lalu, datokku meninggal. Semua keluarga bersedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis.Aku mengingatinya kerana itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada datok.
Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bahagian tubuh yang paling penting, sayang?"
Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berfikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.
Ibu melihat tanda kebingungan diraut wajahku dan memberitahu, "Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar "hidup". Untuk semua bahagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahu kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting."
Dia memandangkudengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan airmata. Dia berkata, "Sayangku, bahagian tubuh yang paling penting adalah bahumu."
Aku bertanya, "Apakah kerana fungsinya untuk menahan kepala?" Ibu membalas, "Bukan, tapi kerana bahu dapat menahankepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis.
Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu mempunyai bahu untuk menangis bila- bila pun kamu memerlukannya. "
Akhirnya, aku tahu, bahagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tetapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain.
Orang akan melupakan apa yang kamu katakan. Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan. Tetapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka bererti.
Just because the past is painful, Doesn't mean the future will be. So never let events from the past, Change the events for future, or You will be miserable forever..
Kenangan itu kadangkala teramat pahit untuk diredah, tetapi ia terlalu manis untuk dikenang. Hidup tak selalunya indah tapi yang indah itu tetap hidup dalam kenangan.Andainya hadirnya cinta sekadar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir.Kecewa bercinta bukan bermakna dunia sudah berakhir.Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan.Hidup ini indah jika kita tahu menghargainya. .. Tapi ia amat menyakitkan andai kita melaluinya sambil lewa...
Kaedah Boleh Diamal Hindari Mengumpat Jadi Budaya Hidup
Oleh Wan Marzuki Wan Ramli
MENGUMPAT ialah menceritakan, menyebut keburukan atau kekurangan seseorang kepada orang lain yang dilakukan sama ada disedari atau tidak.
Perbuatan itu termasuk apabila menyebut atau menceritakan keburukan biarpun tanpa menyebut nama pelakunya tetapi diketahui orang yang mendengarnya. Rasulullah menjelaskan mengenai mengumpat dalam sabdanya, bermaksud, "Mengumpat itu ialah apabila kamu menyebut perihal saudaramu dengan sesuatu perkara yang dibencinya" (Hadis Muslim).
Memandangkan betapa buruk dan hinanya mengumpat, ia disamakan seperti memakan bangkai saudara seagama. Manusia waras tidak sanggup memakan daging manusia, inikan pula daging saudara sendiri.
Dosa mengumpat bukan saja besar, malah antara dosa yang tidak akan diampunkan Allah biarpun pelakunya benar-benar bertaubat. Ia hanya layak diampunkan oleh orang yang diumpat. Selagi orang yang diumpat tidak mengampunkan, maka dosa itu akan kekal dan menerima pembalasan di akhirat. Disebabkan mengumpat terlalu biasa dilakukan, maka ia tidak dirasakan lagi sebagai satu perbuatan dosa.
Sabda Rasulullah, "Wahai orang beriman dengan lidahnya tetapi belum beriman dengan hatinya. Janganlah kamu mengumpat kaum Muslim, dan janganlah kamu mengintip-intip keaiban. Sesungguhnya, sesiapa yang mengintip keaiban saudaranya, maka Allah akan mengintip keaiban, dan dia akan mendedahkannya, meskipun dia berada dalam rumahnya sendiri" (Hadis Abu Daud).
Orang yang mengumpat akan mendapat kerugian besar di akhirat. Pada rekod amalan mereka, akan dicatatkan sebagai perbuatan menghapuskan pahala.
Sabda Rasulullah bermaksud, "Perbuatan mengumpat itu samalah seperti api memakan ranting kayu kering". Pahala yang dikumpulkan sebelum itu akan musnah atau dihapuskan seperti mudahnya api memakan kayu kering sehingga tidak tinggal apa-apa lagi. Diriwayatkan Abu Ummah al-Bahili, di akhirat seorang terkejut besar apabila melihat catatan amalan kebaikan yang tidak pernah dilakukannya di dunia.
Maka, dia berkata kepada Allah, "Wahai Tuhanku, dari manakah datangnya kebaikan yang banyak ini, sedangkan aku tidak pernah melakukannya" . Maka Allah menjawab, "Semua itu kebaikan (pahala) orang yang mengumpat engkau tanpa engkau ketahui".
Sebaliknya, jika pahala orang yang mengumpat tidak ada lagi untuk diberikan kepada orang diumpat, maka dosa orang yang diumpat akan dipindahkan kepada orang yang mengumpat. Inilah dikatakan orang muflis di akhirat nanti.
Memandangkan buruknya sifat mengumpat, kita wajib berusaha mengelakkan diri daripada melakukannya.
Oleh itu, banyakkan zikir supaya dapat menghindarkan diri daripada mengumpat. Islam menganjurkan beberapa kaedah untuk menghindarkan diri kita daripada terjerumus ke dalam budaya hidup suka mengumpat ini.
Antaranya ialah:
l Jika kita mengingati bahawa apabila kita mengumpat, kita akan diumpat balik, sudah tentu kita tidak akan mengumpat. Elakkan berbuat jahat kepada orang yang tidak berbuat jahat kepada kita.
l Manusia perlu memenuhi keperluan intelek seperti mencari ilmu, berfikir, memerhati, menanggapi dan membuat spekulasi. Maka, orang yang melakukan sebaliknya bererti tidak memenuhi keperluan intelek. Tidakkah bererti apabila kita mengumpat bermakna jiwa kita jahat? Luar nampak cantik, tetapi di dalam sudah busuk dan berulat.
l Ingat dosa. Larangan Islam terhadap perbuatan mengumpat sudah cukup untuk memotivasikan diri setiap individu. Tidak ada manusia normal sanggup memakan bangkai seseorang.
Imam al-Ghazali ada menyatakan enam perkara mendorong seseorang itu mengumpat:
l Suka mendengar dan mengikuti perbualan orang yang menyerang peribadi dan kehormatan seseorang;
l Mahu bersaing dan menonjolkan diri dengan menganggap orang lain bodoh dan rendah;
l Disebabkan dengki, dia iri hati dengan orang lain yang lebih beruntung dan berjaya, seperti dinaikkan gaji dan pangkat;
l Bergurau dan suka berlawak untuk mencela dan mengatakan kelemahan dan kecacatan hingga mengaibkan orang lain; dan
l Sikap suka mengejek dan mencela disebabkan rasa bongkak dan sombong kerana memandang rendah orang lain.
Wednesday, October 28, 2009
Adab Seorang Penuntut 3
Pertama sekali saya memohon maaf kerana jika tidak silap saya, saya sudah mengambil cuti raya terlajak...hehe..namun saya rasa anda semua tidak akan mengambil hati dengannya kerana saya tahu semua pelajar MMCY mempunyai hati yang amat lapang dan luas.
Baik, kita sambung artikel yang terdahulu.....
Seperti mana wajib belajar ilmu kelakuan hati, wajib juga belajar dan mengetahui sekelian akhlak-akhlak, perangai-perangai seperti pemurah, penyayang, penakut, berani, takabbur, merendah diri, memelihara dari yang haram dan lain-lain lagi kerana bahawasanya takabbur, dan penakut itu haram, dan tidak dapat memelihara daripadanya melainkan dengan mengetahuinya dan perkara yang melawaninya.
Maka wajiblah atas tiap-tiap manusia mengetahuikan dia dan hanya sesungguhnya telah mengarang oleh as-Sayyid al-Imam al-Ajl al-Syahid Nasiruddin Abul Qosim akan sebuah kitab pada membicarakan akhlak-akhlak iaitu sebaik-baik kitab.
Maka wajiblah atas tiap-tiap orang Islam menjaga akhlak dan kelakuannya. Adapun menjaga perkara yang berlaku pada sesetengah ketika maka iaitu fardhu kifayah seperti solat jenazah dan melawat orang sakit. Maka wajiblah atas pemerintah menyuruh rakyatnya berbuat seperti yang demikian itu.
Maka dikata pada ilmu yang wajib dipelihara oleh setiap orang Islam itu seperti makanan yang tidak dapat kita lari daripadanya. Dan ilmu yang wajib dipelihara pada beberapa ketika itu seperti ubat yang berhajat kepadanya pada beberapa ketika. Adapun ilmu nujum itu menempati tempat penyakit maka belajar akannya adalah haram kerana bahawasanya ilmu nujum itu mudharat tiada memberi manfaat.
Dan bermula kita tidak dapat lari daripada qadha’ dan qadar Allah Taala. Maka sayugia bagi tiap-tiap orang Islam bahawa berdoa memohon kepada Allah pada tiap-tiap waktu dan membaca al-Quran dan bersedekah untuk menolak bala. Dan memohon ampun serta afiat daripada Allah di dunia dan akhirat supaya dipelihara akan dia oleh Allah daripada bala dan penyakit. Maka sesungguhnya sesiapa yang berdoa kepadaNya pasti diperkenankan olehNya.
Maka jika bala itu sudah ditetapkan atas kita dan tidak boleh diubah lagi, akan tetapi meringan akan dia oleh Allah dan memberi kesabaran kepadanya untuk menghadapi semua itu.
Tidaklah haram belajar ilmu nujum untuk mengetahui arah qiblat dan masuknya waktu solat kerana ia menjadi wasilah kepada mengetahui perkara yang fardhu dalam agama.
Adapun mempelajari ilmu perubatan iaitu mengetahui kelakuan tubuh badan maka iaitu harus kerana Rasulullahi Shollallahu Alaihi Wasallam juga berubat. Dan dihikayat daripada Imam as-Syafie Radhiyallahu Anhu :
"العلم علمان : علم الفقه للأديان و علم الطب للأبدان. وما وراء ذلك بلغة للمجلس."
Ilmu itu ada dua jenis : Ilmu fiqh untuk agama dan ilmu thib untuk badan. Dan ilmu yang lainnya penyeri majlis jua.
Bermula ilmu itu ialah satu sifat yang menerangkan dengan sifat itu bagi yang mempunyainya oleh perkara-perkara yang disebutkan.
Bermula fiqh itu mengetahui yang halus-halus daripada ilmu.
Berkata Imam Abu Hanifah Radhiyallahu Anhu :
Bermula fiqh itu mengetahui seseorang akan perkara yang hasil baginya daripada kebajikan dan kejahatan.
Dan katanya lagi :
Bukanlah ilmu itu melainkan dengan beramal. Dan amal itu meninggalkan dunia untuk akhirat.
Dan sesungguhnya telah datang oleh beberapa banyak daripada kelebihan ilmu daripada ayat-ayat al-Quran dan Hadis. Setengah daripadanya :
"مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَإِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ."
Sesiapa yang berjalan satu jalan di jalan Allah menuntut padanya akan ilmu. Memperjalan oleh Allah dengannya satu jalan daripada beberapa jalan syurga. Sesungguhnya para malaikat meletak akan sayap-sayapnya kerana redha dengan penuntut ilmu. Dan sesungguhnya seorang Alim itu dipohon ampun baginya setiap yang di langit dan di bumi dan yang berada di dalam air. Dan sesungguhnya kelebihan seorang Alim atas seorang Abid seperti kelebihan bulan purnama atas sekelian bintang-bintang. Sesungguhnya Ulamak itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi itu tidak mewariskan Dinar dan tidak Dirham akan tetapi sesungguhnya mewaris oleh mereka akan ilmu. Maka sesiapa yang mengambilnya, hanya sesungguhnya mengambil habuan yang sempurna.
Friday, September 25, 2009
Adab Seorang Penuntut 2
Segala puji bagi Allah. Selawat dan salam atas Rasulullahi Shollallahu Alaihi Wasallam dan atas keluarganya dan sahabatnya sekeliannya.
Seperti yang dijanjikan minggu lepas maka saya menyambung artikel ini untuk kali kedua dan yang terakhir di bulan Ramadhon ini kerana minggu depan kita sudah hendak merayakan Idil Fitri. Betapa gembiranya bagi sesiapa yang Berjaya menghabiskan waktu dengan beribadah sepanjang bulan Ramadhon dan pada malam hari raya. Seminggu selepas raya saya memohon cuti daripada tuan/puan (kerana tuan/puan adalah majikan saya) yakni tangguh sementara artikel ini. Dan In-Sya-Allah akan disambung minggu yang berikutnya. Baiklah, inilah sambungannya....
Dan hanya sesungguhnya kemuliaan ilmu itu kerana ia menjadi penghubung kepada takut akan Allah Subhanahu Wa Taala. Berkata Muhammad Ibn al-Hasan Bin Abdullah di dalam sebuah syair :
Belajar olehmu kerana bahawasanya ilmu itu perhiasan bagi empunyanya. #
Dan kelebihan dan tanda bagi sekelian sifat kepujian.
Jadi olehmu menuntuti faedah tiap-tiap hari akan bertambahnya #
Daripada ilmu. Dan berenang olehmu didalam laut segala faedahnya.
Tuntut olehmu akan Fiqh kerana Fiqh terlebih afdhol yang memimpinnya. #
Kepada kebajikan dan takutkan Allah dan yang terlebih benar yang sebenar-benarnya.
Ialah ilmu yang menunjukkan kepada jalan petunjukNya. #
Ialah
Kerana seorang yang Alim pada Fiqh yang Waraknya. #
Terlebih susah atas syaitan daripada seribu AbidNya.
Maksudnya =
Belajarlah olehmu dan tuntutlah olehmu akan ilmu kerana bahawasanya ilmu itu jadi perhiasan bagi orang yang bersifat dengan dia. Dan juga ia jadi kelebihan baginya. Dan jadi tanda bagi sekelian sifat-sifat kepujian lagi diterima di sisi Allah Taala dan manusia.
Dan jadikan olehmu akan diri kamu itu mencari kefahaman dan faedah. Dan tambahlah ilmu pada tiap-tiap hari jangan lupa daripadanya suatu hari pun.
Dan bersungguh-sungguh kamu pada perkara yang didalam laut yang amat dalam dan luas kerana bahawasanya faedah-faedah ilmu itu amat banyak hingga tiada kuasa menghabisinya oleh anak Adam seperti tiada kuasa ia berenang dan mengharungi didalam sekelian laut yang dalam-dalam dan yang luas itu - kerana bahawasanya penghulu kita Sayyidina Muhammad yang terlebih afdhol daripada sekelian Nabi-Nabi berkata baginda didalam doanya :
رَبِّ زِدْنِى عِلْمًا.
“Wahai Tuhanku tambahkanlah akan daku akan ilmu.”
- Padahal Sayyidina Muhammad kita itu bersifat oleh baginda dengan sekelian ilmu orang-orang yang dahulu kala dan orang-orang yang kemudiannya - didalam keadaan seperti ini pun baginda memohon ditambah lagi. Maka apalah kiranya dengan kamu wahai penuntut-penuntut ilmu. Cukupkah dengan ilmu yang kamu dapat sedikit itu padahal ilmu-ilmu kamu itu dengan nisbah kepada ilmu Sayyidina kita seperti satu titik daripada air lautan jua.
Dan belajar olehmu akan ilmu Fiqh kerana bahawasanya ilmu Fiqh itu ialah sebaik-baik ilmu yang memimpin kita dan menarik kita kepada sekelian kebajikan.
Dan yang membawa kita takut akan Allah Taala. Dan adalah ia seadil-adil daripada segala jenis yang adil kerana bahawasanya ia ilmu yang menyatakan sekelian syariah-syariah dan hukum-hukum yang tiada ada zalim pada keduanya sekali-kali.
Dan lagi bahawasnya ilmu Fiqh ialah ilmu yang menunjukkan manusia dengan lemah lembutnya kepada jalan itu yang menyampaikan kepada yang dituntutnya. Dan iaitulah kemenangan dan mencapai kebahagiaan yang berkekalan yang ialah sampai kepada rahmat Allah Taala, dan lemah lembutNya dan kemaafanNya.
Dan diserupakan dengan kota yang menahani dan melepaskan yang menuntutinya dan yang belajarnya daripada sekelian kesusahan dan bala yang masuk didalam jumlahnya jahil dengan suruhan Allah Taala dan tegahan-tegahan Nya kerana bahawasanya jahil dengan kedua-duanya itu sebesar-besar kesusahan dan bala seperti perkara yang tidak dapat disembunyikan lagi - kerana bahawasanya seorang yang pandai dan alim pada ilmu Fiqh lagi yang Warak yakni menjauhi daripada yang Haram dan yang Makruh serta yang Syubhah itu terlebih susah atas syaitan daripada seribu orang yang Abid yakni yang beribadah tanpa ilmu Fiqh kerana bahawasanya orang yang Alim dengan ilmu Fiqh itu menjadi seteru syaitan kerana syaitan itu menyuruh akan manusia dengan kerosakan dan kejahatan dan kufur dan jalan yang salah daripada yang sebenarnya.
Dan bahawasanya yang Alim dengan Fiqh itu menyuruh ia akan manusia dengan iman dan taat dan melepaskan diri dari jalan syaitan serta menuju kepada jalan Allah yang Rahman yang tiada hasil daripada Abid apabila ia tiada Alim dengan Ilmu Fiqh bahkan berbuat ibadah ia atas ketiadaan tetap pada hukumnya.
Thursday, September 10, 2009
Adab Penuntut 1
Alhamdulillahi rabbil alamin. Wassholatu wassalamu ala rasulillahil amin. Wa ala alihi wa sohbihi kulluhum ajma-in. Amma ba’du,
Maka ini satu ringkasan buat tatapan sahabat-sahabat dan saudara-saudara seagama yang menuntuti jalan Allah Subhanu Wa Taala yang mulia iaitu menuntut ilmu yang bangsa syarak.
Menulis oleh saya akan ini ringkasan sekalipun bukanlah saya ini ahli dalam bidang ini, adalah semata-mata memenuhi permintaan sahabat saya jua yang meminta tolong akan saya bahawa saya membantu menyemarakkan blog Maktab Mahmud cawangan Yan yang amat saya cintai ini dengan artikel-artikel yang menarik. Lagi pula, amatlah rugi bagi saya sekiranya dibiarkan sahaja blog yang dibina atas dasar mahabbah dan ikhlas ini. Semoga anda semua mendoakan kesejahteraan bagi pemilik blog ini dan bagi saya di dunia dan di akhirat.
Selepas puas berfikir, adalah elok bagi pendapat saya sekiranya saya menulis ringkasan berkenaan Adab Penuntut Ilmu kerana kebanyakan dari kita termasuk dalam golongan pelajar. Sayugia bagi kita mengetahui adab-adab seorang pelajar supaya mudah bagi kita memperoleh ilmu yang berkat dan bermanfaat.
Ringkasan ini akan ditulis dalam bentuk bersiri. In Sya Allah akan diupdate pada setiap minggu jika tiada sebarang kesulitan.
Maka memulailah saya akan ringkasan ini dengan syair arab yang dikatakan daripada Imam Besar kita yang Mulia Al-Imam As-Syafie Radhiyallahu Anhu.
أخي لن تنال العلم إلا بستة # سأبينك عن تفصيلها ببيان.
ذكاء وحرص و اجتهاد وبلغة # نصيحة أستاذ وطول زمان.
Hai saudaraku! Tidak akan kamu beroleh ilmu melainkan dengan enam perkara #
Akan kuterangkan kepada engkau perinciannya dengan nyata.
1) Cerdik, 2) Loba / Berhimmah tinggi, 3) Bersungguh-sungguh, 4) Ada Bekalan / Belanja #
5) Panduan Guru, 6) Lama Masa.
Fasal Pada Menyatakan Hakikat Ilmu Dan (Ilmu) Fiqh Serta Kelebihannya
Bersabda Rasulullahi Shollallahu Alaih Wasallam :
طلب العلم فريضة على كل مسلم ومسلمة
“Bermula menuntu ilmu itu wajib keatas setiap orang muslim dan muslimah.”
Ketahui olehmu, bahawasanya tidaklah wajib atas kita menuntuti kesemua cabang ilmu tetapi hanya ilmu hal sahaja iaitu :-
1. Usuluddin / Tauhid
2. Syariat / Fiqh
Dikatakan :
أفضل العلم علم الحال وأفضل العمل حفظ الحال
“Sebaik-baik ilmu itu Ilmu Hal, dan sebaik-baik amal itu memelihara hal.”
Bersambung Minggu Depan In-Sya-Allah.....
Friday, September 4, 2009
Perempuan Mudah Masuk Syurga Tapi Ramai Di Neraka
Mudah bagi perempuan untuk masuk syurga
Bagi isteri hanya 4 syarat untuk mereka ke syurga “Apabila seorang isteri mengerjakan solat 5 waktu, mengerjakan puasa sebulan, memelihara kehormatannya (aurat) serta mentaati suaminya, nescaya dia akan masuk syurga”. (Riwayat Imam Bazzar melalui Anas r.a)
Daripada Anas, Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud: “Apabila seorang perempuan mendirikan sembahyang
Perempuan tidak perlu keluar berjihad atau berperang, cukup sekadar mengerjakan haji atau umrah bagi yang cukup syaratnya.
Daripada Aishah r.a. katanya, aku berkata, “Ya Rasulullah, kita mengetahui bahawa jihad adalah sebaik-baik amalan. Oleh itu apakah kami kaum wanita tidak boleh ikut berjihad?” Baginda terus menjawab: “Bagi kamu semua (kaum wanita) jihad yang paling baik ialah mengerjakan haji dan mendapatkan haji mabrur.
Rasulullah SAW bersabda: ” Jihad orang yang tua, lemah dan wanita ialah menunaikan haji” (an-Nasa’i)”
Pernah Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud : “Jikalau sekiranya ada perintah dari Allah SWT untuk menyuruh manusia sujud kepada manusia nescaya aku suruh isteri sujud kepada suaminya.”
Namun perempuan lebih ramai di neraka
Dari Abdullah bin Umar r.a katanya: Rasulullah s.a.w telah bersabda: “Wahai kaum wanita! Bersedekahlah kamu dan perbanyakkanlah istighfar iaitu memohon ampun. Kerana aku melihat kaum wanitalah yang lebih ramai menjadi penghuni Neraka.” Seorang wanita yang cukup pintar di antara mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, kenapa kami kaum wanita yang lebih ramai menjadi penghuni Neraka?” Rasulullah S.A.W bersabda: “Kamu banyak mengutuk dan mengingkari suami. Aku tidak melihat mereka yang kekurangan akal dan agama yang lebih menguasai pemilik akal, daripada golongan kamu. Wanita itu bertanya lagi: “Wahai Rasulullah! Apakah maksud kekurangan akal dan agama itu? “Rasulullah s.a.w bersabda: “Maksud kekurangan akal ialah penyaksian dua orang wanita sama dengan penyaksian seorang lelaki. Inilah yang dikatakan kekurangan akal. Begitu juga wanita tidak mendirikan sembahyang pada malam-malam yang dilaluinya kemudian berbuka pada bulan Ramadhan kerana haid. Maka inilah yang dikatakan kekurangan agama”
Wednesday, June 17, 2009
Renung-renungkan & Selamat Beramal
Sama samalah kita ingat mengingati amalan amalan mulia yang penuh berkat ini......... .
BULAN REJAB
Pada 24 Jun 2009 (Rabu) kita memasuki bulan Rejab. Bulan Rejab adalah bulan Allah swt. Let's overview ada apa di sebalik bulan Rejab itu.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda, "Ketahuilah bahwa bln Rejab itu adalah bulan ALLAH swt, maka:"
1. Barang siapa yang berpuasa 1 hari dalam bulan ini dengan ikhlas, maka pasti ia mendapat keredhaan yang besar dari ALLAH swt
2. Dan barang siapa berpuasa pada tanggal 27 Rejab /Isra Mi'raj (Isnin, 20 Julai 2009) akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa
3. Barang siapa yang berpuasa 2 hari di bulan Rejab akan mendapat kemuliaan di sisi ALLAH swt
4. Barang siapa yang berpuasa 3 hari yaitu pada tanggal 1, 2, dan 3 Rejab (24, 25, 26 Jun 2009) maka ALLAH swt akan memberikan pahala seperti 900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia dan seksa akhirat
5. Barang siapa berpuasa 5 hari dalam bulan ini, insyaallah permintaannya akan dimakbulkan Allah swt..InsyaAllah
6. Barang siapa berpuasa 7 hari dalam bulan ini, maka ditutupkan 7 pintu neraka Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari maka akan dibukakan 8 pintu syurga
7. Barang siapa berpuasa 15 hari dalam bulan ini, maka ALLAH swt akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan, dan barang siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH swt akan menambahkan pahalanya."
Sabda Rasulullah saw lagi :"Pada malam Mi'raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wan gi, lalu saya bertanya pada Jibril as "Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini?"
Maka berkata Jibrilb as "Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang memb ac a selawat untuk engkau dibulan Rejab i ni."
Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita :"Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah saw ke sebuah kubur, lalu Rasulullah saw berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau berdoa kepada ALLAH swt. Lalu saya bertanya kepada beliau "Ya Rasulullah, mengapakah engkau menangis?" Lalu beliau bersabda "Wahai Tsauban, mereka itu sedang diseksa dalam kuburnya dan saya berdoa kepada ALLAH swt, lalu ALLAH swt meringankan atas mereka."
Sabda beliau lagi "Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mahu berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di bulan Rejab nescaya mereka tidak akan disiksa di dalam kubur." Tsauban bertanya "Ya Rasulullah, apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rejab sudah dapat mengelakkan dari seksa kubur?"
Sabda beliau "Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan so lat malam sekali dalam bulan Rejab dengan niat karena ALLAH swt, kecuali ALLAH swt mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan so lat malam satu tahun."
p:s Rebutlah 5 perkara sblm dtg 5 perkara
Tuesday, June 16, 2009
Renungan...
"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta."
- Surah Al-Ankabut ayat 2-3
Kenapa Aku Tak Dapat Apa Yg Aku Idam-Idamkan ?
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."
- Surah Al-Baqarah ayat 216
Kenapa Ujian Seberat Ini ?
"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
- Surah Al-Baqarah ayat 286
Rasa Frust ?
"Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman."
- Surah Al-Imran ayat 139
Bagaimana Harus Aku Menghadapinya ?
"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan) , dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah- daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)."
- Surah Al-Imran ayat 200
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk"
- Surah Al-Baqarah ayat 45
Apa Yang Aku Dapat Drpd Semua Ini ?
"Sesungguhnya Allah telah membeli dr org2 mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka... ..
- Surah At-Taubah ayat 111
Kepada Siapa Aku Berharap ?
"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain drNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal. "
- Surah At-Taubah ayat 129
Aku Tak Tahan !
"... ..dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yg kafir."
- Surah Yusuf ayat 87
